Cari Jodoh Ajak Nikah

Di Islam, Nikah 451 views

Pembahasan jodoh memang tidak habis-habisnya dibicarakan, apalagi mendekati waktu tertentu seperti bulan Syawal. Nikah atau acara pernikahan memiliki waktu musim tertentu. Seperti di negara Indonesia, musim pernikahan cendrung dibulan Syawal dan bahkan dimulai sebelum bulan Ramadhan. Salah satu pendorong moment pernikahan menjadi banyak yaitu tradisi kunjungin rumah mertua di awal bulan Puasa Ramadhan. Apabila kita lihat satu minggu memasuki bulan puasa Ramadhan, maka akan terlihat banyak pasangan suami istri bolak-balik membawa tentengan. Mereka bolak-balik kerumah keluarga seperti mertua, sanak saudara mertua dan keluarga sendiri.

Mencari jodoh untuk diajak menikah, menjadi topik terhanyak ketika memasuki musim pernikahan. Al-Quran telah mengajarkan kita mengenai cara memilih pasangan untuk diajak nikah [1]. Salah satunya dalam surat An-Nisa ayat 3 :

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ

“…maka kawinilah siapa yang kamu senangi dari wanita-wanita…” (QS An-Nisa [4]: 3)

Berdasarkan ayat diatas, memilih jodoh dapat ditempuh dengan melihat calon yang cendrong kita senangin. Tentunya, unsur-unsur lain juga perlu dipertimbangkan seperti keturunannya, agamanya, prilakunya, dan sebagainya.

Cara Mengungkapkan Perasaan Kepada Calon Suami Menurut Islam

Penulis pernah mendengar nasehat salah satu dari ustadz pengisi kajian yang pernah di ikuti. Kita (pihak perempuan/fulana) boleh mengungkapkan perasaan atau keinginan untuk dinikahi kepada calon suami (fulan). Namun, ada cara tertentu untuk mengungkapkan hal tersebut. Caranya yaitu melalui perantara. Misalnya, dari pihak fulana memiliki satu orang yang sudah menikah dan benar-benar keluarga si fulana tersebut. Sedangkan pihak fulan juga harus ada satu orang, keluarga asli dari pihak si fulan dan sebaiknya sudah menikah juga. Pertemuan atau penyampaian niat atau keinginan dari si fulanan harus disampaikan oleh perantara dari pihak si fulanan kepada perantara pihak si fulan. Artikan kita (si fulanan) tidak boleh langsung mengungkapkan keinginan untuk dinikahi kepada calon suami. Hal ini pernah dilakukan dimasa nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam [2].

Zaman Modern

Saat ini telah banyak tersedia fasilitas untuk menemukan jodoh. Seperti biro jodoh dari lembaga resmi. fasilitas-fasilitas biro jodoh ini menggunakan perantara untuk mengenalkan si fulanan dengan si fulan. Perkenalan ini dikenal dengan istilah ta’arufan dan saling menukar CV yang berisi informasi tentang si fulanan atau si fulan. Sebagian orang banyak juga yang mengikuti atau ikut dalam lembaga biro jodoh tersebut. Namun banyak juga yang memilih jodoh melalui keluarga sendiri.

Menurut penulis, hal terbaik yaitu mendapatkan jodoh dari keluarga kita sendiri. Contohnya dari ayah, ibu, kakak atau family terdekat. Jodoh yang dipilihkan oleh keluarga cendrung memiliki satu visi dengan kita. Selain itu, calon tersebut sudah pasti diketahui oleh keluarga tentang informasi baik segi keturunan, akhlak, pekerjaan, dan sebagainya. Namun, tentunya tidak semua calon yang dipilih keluarga disukai oleh kita sendiri. Oleh sebab itu, kita boleh menolak dengan cara yang baik atau mendiskusikannya secara baik.

Nikah Itu Untuk Ibadah

Perlu diingat, menikah itu adalah proses menyatukan dua keluarga yang berbeda. Jika menikah tetapi ada satu pihak yang tidak setuju, maka kemungkinan besar akan selalu terjadi masalah dikeluarga kita. Jangan sampai hilang keluarga sendiri atau putus tali saudara sedarah sendiri, gara-gara menikahi orang yang tidak disukai keluarga kita. Perlu diingat sekali lagi bahwa sebelum mengenal si calon, kita sudah dahulu punya keluarga dan bahkan kita dirawat oleh mereka sejak bayi hingga dewasa.

Beribadah, identik dengan melaksanakan segala perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Buah dari ibadah ialah ridho dari-NYA yang memberikan kita rahmat, kasih sayang dan termasuk pahala. Apabilah kita melanggar perintah-NYA atau berbuat maksiat maka kita mendapatkan murka-NYA berupa hukuman dan dosa.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Pada ayat diatas dapat kita ketahui bahwa semua yang dicipatkan-NYA, ditujukan untuk beribadah kepada-NYA [3]. Oleh sebab itu, menikah tujuannya ialah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Janganlah membuat pernikahan Anda menjadi sebab putusnya tali silaturrahim keluarga Anda. Tidak akan masuk surga, orang-orang yang memutus tali silahturrahim [4].

Sekian informasi mengenai ‘Cari Jodoh Ajak Nikah’. Jika bermanfaat, maka dapat dibagikan ke saudara yang lain. Penulis juga menerima kritik dan saran melalui kotak komentar dibawah.

Referensi :

  1. https://islam.nu.or.id/post/read/92393/petunjuk-al-quran-dalam-memilih-suami-dan-istri
  2. https://islam.nu.or.id/post/read/111252/proses-pernikahan-nabi-muhammad-dan-sayyidah-khadijah
  3. https://rumaysho.com/342-untuk-apa-kita-diciptakan-di-dunia-ini.html
  4. https://rumaysho.com/20559-bulughul-maram-akhlak-memutus-silaturahim-diancam-tidak-masuk-surga.html

Tags: #bahagiasetelahmenikah #Biaya Nikah di KUA #buku inspirasi #bukubagus #bukunikah #Cari Jodoh Ajak Nikah #Film Nikah Yuk #ijabsah #Ilham Mauluddin #indahnyapacaransetelahmenikah #inspi #Jelaskan Pengertian Nikah Menurut Islam #jodohduniaakhirat #jodohkujannahku #jodohkumahromku #jofisa #jomblofisabilillah #jomblomulia #kmo #menikahbahagia #nikahasik #nikahbarokah #nikahituasik #nikahituberkah #nikahituibadah #nikahitumudah #nikahmuda #nikahsyari #pernikahanimpian

author
Penulis: 
No related post!

Tinggalkan pesan "Cari Jodoh Ajak Nikah"

Baca Juga×

Top